UGD RSUD Tembilahan Diduga Tolak Pasien Parah, Anggota DPRD Inhil Soroti Pelayanan: Harus Menunggu Sekarat Dulu?

Rabu, 25 Juni 2025 | 19:44:20 WIB

Tembilahan, Catatanriau.com — Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tembilahan kembali menjadi sorotan. Seorang pasien yang dibawa dari daerah pelosok dalam kondisi sakit parah justru disarankan untuk pulang oleh pihak rumah sakit. Padahal, menurut keluarga, pasien terlihat lemas dan kesakitan, meski masih mampu berbicara.

Kejadian ini menuai reaksi keras dari Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Siska, dari Fraksi Partai Demokrat. Ia menyebut pelayanan UGD seharusnya mengutamakan penanganan cepat, bukan menunggu kondisi pasien semakin memburuk.

"Apakah harus menunggu pasien sekarat dulu baru bisa ditangani? Ini soal nyawa, bukan soal kemampuan bicara. Pasien sudah jelas dalam kondisi parah," tegas Siska saat dimintai keterangan.

Keluarga pasien pun mengungkap kekecewaannya, menduga bahwa penggunaan BPJS menjadi salah satu alasan perlakuan yang diterima. "Kami sudah bawa dari jauh-jauh, berharap dapat pertolongan cepat. Tapi yang kami terima malah disuruh pulang. Ini benar-benar mengecewakan," ujar salah satu anggota keluarga.

Siska menegaskan akan menyampaikan hal ini dalam rapat bersama komisi terkait dan mendesak evaluasi total terhadap pelayanan RSUD Tembilahan, terutama di bagian UGD.

“Saya akan kawal kasus ini sampai tuntas. Tidak boleh ada warga yang diperlakukan seperti ini hanya karena status atau jenis jaminan kesehatannya,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Tembilahan belum memberikan klarifikasi resmi. Masyarakat berharap kejadian ini menjadi titik evaluasi bagi rumah sakit dalam menjalankan fungsi pelayanan kesehatan secara adil dan profesional.***

Laporan : Purba

Terkini