Revolusi Moral Dimulai Dari Sekolah! Mahasiswa Unpam Tak Mau Generasi Tumbang Karena Syahwat

Rabu, 25 Juni 2025 | 19:05:58 WIB

Tangerang Selatan, Catatanriau.com — Di tengah gempuran era digital yang memanjakan nafsu dan menipiskan nilai, generasi muda menghadapi ancaman besar: seks bebas yang kian meluas dan dinormalisasi. Dari layar ponsel hingga ruang pergaulan, godaan datang tanpa filter. Generasi bangsa berada di ujung tanduk—antara membangun masa depan atau tumbang oleh syahwat yang tak terkendali.

Menjawab situasi genting itu, mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) dari Program Studi Ilmu Hukum, kelas 06HUKM003, tak tinggal diam. Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Membangun Kesadaran Hukum dan Kesehatan: Pencegahan Seks Bebas di Kalangan Remaja”, mereka mendatangi SMK Putra Pertiwi, Pamulang, pada Rabu (24/4/2025).

Langkah ini bukan sekadar penyuluhan biasa. Ini adalah seruan revolusi moral yang dimulai dari ruang kelas. Sebuah perlawanan terstruktur terhadap krisis nilai yang mengintai generasi muda Indonesia.

Bangkit Lawan Seks Bebas

Remaja Harus Punya Kompas Moral
Kegiatan diikuti oleh puluhan siswa kelas X dan XI. Mereka tak hanya diberi informasi, tapi juga diajak merefleksi: bagaimana masa depan mereka bisa sirna hanya karena satu kesalahan fatal dalam pergaulan?

Materi yang disampaikan mencakup pengertian seks bebas, dampak medis seperti infeksi menular seksual dan kehamilan dini, hingga konsekuensi hukum berdasarkan UU Perlindungan Anak dan UU TPKS. Penjelasan disampaikan lugas, tanpa basa-basi, menyentuh realitas yang sering diabaikan.

“Selama ini seks bebas dianggap tabu dibicarakan. Tapi justru karena tabu, banyak remaja belajar dari sumber yang menyesatkan. Di sinilah kami masuk—untuk memutus rantai kebodohan yang dibungkus kebebasan,” ujar salah satu mahasiswa pemateri.

Diskusi Panas, Kesadaran Menyala

Suasana kelas berubah menjadi ruang refleksi kolektif. Para siswa menyimak serius, mengajukan pertanyaan, bahkan mengungkapkan kegelisahan mereka dalam menghadapi tekanan lingkungan dan rasa ingin tahu yang tak terbendung.

“Dulu saya pikir seks bebas cuma urusan pribadi. Tapi ternyata ada hukum dan dampaknya besar banget,” ujar seorang siswa kelas XI.

Kegiatan ditutup dengan kuis edukatif yang tak hanya menguji pemahaman, tetapi juga menyalakan kembali semangat untuk memilih jalan hidup yang sehat, aman, dan bermartabat.

Remaja Tak Boleh Tumbang Karena Nafsu, Bangsa Tak Boleh Kalah Karena Diam
Ketua tim PKM menegaskan bahwa remaja hari ini tak cukup hanya diberi ilmu pengetahuan. Mereka perlu dibentengi dengan moralitas, logika hukum, dan keteguhan nilai.

“Kami tak rela bangsa ini diwariskan kepada generasi yang lemah oleh syahwat. Revolusi moral harus dimulai dari sekolah, dari hari ini, dari kita semua,” tegasnya.

Sementara itu, guru pendamping dari SMK Putra Pertiwi menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat relevan dan mendesak. “Remaja hari ini dibombardir oleh konten yang destruktif. Mereka perlu dibimbing dengan pendekatan yang nyata dan empatik.”

Langkah Kecil untuk Gerakan Besar
Kegiatan ini bukan akhir, melainkan awal. Mahasiswa Unpam membuktikan bahwa kampus bukan hanya tempat menyusun teori, tetapi juga medan juang untuk menyelamatkan masa depan bangsa.

“Revolusi moral ini harus menular. Kami berharap kegiatan ini menjalar ke sekolah-sekolah lain, agar semakin banyak generasi muda yang sadar, peduli, dan berani melawan arus,” tutup salah satu mahasiswa dengan penuh semangat.***

Terkini