BINTANG MAHARANI
239110051
Pekanbaru, Catatanriau.com – Di tengah keterbatasan ekonomi dan hidup sederhana sebagai anak seorang nelayan, Nuraini, siswi asal SMAN 8 Mandau, Kabupaten Bengkalis, berhasil mencetak sejarah pribadi yang membanggakan. Gadis tangguh ini terpilih sebagai salah satu penerima
Beasiswa Prestasi dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk menempuh pendidikan Sarjana (S-1) di Universitas Pertamina Jakarta, dan bersiap mewujudkan cita-citanya sebagai seorang kimiawan.
Lahir dari keluarga nelayan di Sungai Rokan, Nuraini tak pernah membiarkan latar
belakang menjadi penghalang untuk bermimpi. Ayahnya, seorang nelayan yang kini mulai sakit-sakitan, dan ibunya yang hanya di rumah mengurus keluarga, menjadi sumber semangat bagi Nuraini untuk terus berjuang mengubah nasib.
“Cita-cita saya ingin sekali kuliah dan jadi kimiawan. Tapi ekonomi keluarga gak mampu, ayah hanya nelayan. Saya hampir putus harapan," ucap Nuraini dengan mata berkaca-kaca.
Meski dibesarkan dalam kesederhanaan, Nuraini menunjukkan bahwa tekad, konsistensi, dan kerja keras mampu membuka jalan menuju masa depan cerah. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia aktif mencetak prestasi dan terus mengasah kemampuannya di berbagai bidang.
Selama menempuh pendidikan di Mandau, ia tinggal bersama sang nenek di Duri, agar lebih dekat dengan sekolah. Nuraini bahkan mengikuti bimbingan belajar dan les tambahan untuk terus meningkatkan kualitas diri.
"Saya tinggal sama nenek, dan setiap hari ikut bimbel. Saya sadar, saya harus punya nilai lebih kalau ingin keluar dari kemiskinan," katanya.
Kini, bersama sembilan anak berprestasi lainnya dari Riau, Nuraini berhasil mendapatkan beasiswa penuh dari Pertamina Hulu Rokan. Beasiswa ini meliputi bantuan biaya kuliah (SPP/UKT), biaya hidup, hingga program pengembangan kapasitas dan kegiatan sosial seperti Aksi Sobat Bumi. Program ini merupakan hasil kolaborasi PHR bersama Pertamina Foundation, sebagai bagian dari komitmen membangun sumber daya manusia unggul di Provinsi Riau.
“Program Beasiswa Prestasi PHR merupakan komitmen kami untuk mencetak generasi pemimpin Riau yang berdaya saing,” ujar Rudi Ariffianto, Corporate Secretary PHR WK Rokan.
Saat pengumuman kelulusan diumumkan, tangis haru pecah. Nuraini menyebut beasiswa ini sebagai jawaban atas doanya dan harapan seluruh keluarganya.
“Saya akan bersungguh-sungguh, karena ini bukan hanya tentang saya. Ini tentang keluarga saya, tentang mimpi ayah dan ibu yang belum pernah kuliah, dan tentang masa depan yang harus saya perjuangkan,” ujarnya.
Kisah Nuraini adalah cermin dari semangat anak-anak Indonesia yang tak menyerah pada keadaan. Dari tepi Sungai Rokan yang sunyi, lahirlah semangat juang seorang perempuan muda yang kini bersiap menaklukkan laboratorium-laboratorium besar di ibu kota. Sebuah pesan sederhana tapi kuat: bahwa mimpi besar bisa lahir dari rumah kecil, selama ada kemauan, keyakinan, dan kesempatan.***
Laporan : Purba