Tugu Bono, Ikon Baru Pelalawan Bernilai Rp7,8 Miliar Kini Makin Memikat

Senin, 23 Juni 2025 | 11:21:27 WIB

Pelalawan, Catatanriau.com – Tugu Bono yang terletak di Bundaran Bhakti Praja, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, resmi menjadi salah satu ikon kebanggaan daerah. Dibangun dengan anggaran senilai Rp7,8 miliar, tugu ini menggambarkan keunikan alam dan budaya lokal melalui simbol peselancar di tengah ombak.

Tugu tersebut menggambarkan seseorang yang tengah berselancar di atas gelombang—mewakili fenomena Bono, gelombang pasang yang terjadi akibat pertemuan arus Sungai Kampar dengan arus dari Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Bono merupakan salah satu keajaiban alam yang hanya bisa ditemukan di sejumlah tempat di dunia, dan Sungai Kampar menjadi salah satu lokasi paling dikenal.

Pembangunan Tugu Bono dimulai setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara EMP Bentu Ltd dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan pada 13 September 2022 lalu. Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Pelalawan, H. Zukri, bersama General Manager EMP Bentu Ltd, Tri Firmanto. Pembangunan ini dibiayai melalui dana Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dari EMP Bentu Ltd.

Memasuki tahun 2024, tugu tersebut kembali dipercantik. Pemerintah setempat menambahkan berbagai aksen baru, seperti motif gambar khas Pelalawan pada bagian lingkaran tugu, sehingga menambah daya tarik visual dan kekayaan simbolik dari monumen ini.

Struktur utama Tugu Bono terdiri dari lingkaran besar dengan siluet orang berselancar di tengahnya. Di bagian bawah, terdapat susunan balok melengkung menyerupai ombak, yang makin menegaskan identitas Bono sebagai keajaiban alam yang kini menjadi landmark utama Pelalawan.

Dengan pembaruan ini, Tugu Bono tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan budaya dan pariwisata yang siap menyambut wisatawan yang datang ke jantung ibu kota kabupaten, Pangkalan Kerinci.***

Penulis : Meisy Claudia ( Mahasiswa Universitas Islam Riau )

Terkini