Kepulauan Meranti, Catatanriau.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Meranti kembali berjalan mulai hari ini setelah sempat terhenti sementara sejak 19 Mei 2025. Program yang dilaksanakan melalui Dapur SPPG Tebing Tinggi di bawah naungan Yayasan Tuah Karya Mandiri ini sempat tertunda akibat kendala administratif.
Kepala SPPG Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti, Suryani, menyampaikan bahwa pengoperasian kembali program ini disambut dengan antusias oleh para siswa dan orang tua. Namun, terdapat penyesuaian jumlah penerima manfaat yang kini sebanyak 2.129 siswa, menurun dari sebelumnya 2.671 siswa. Penurunan ini terjadi karena siswa kelas VI SD dan IX SMP telah menyelesaikan Ujian Nasional dan mulai memasuki masa libur.
Rincian jumlah penerima manfaat MBG per sekolah adalah sebagai berikut: SDN 1 Selatpanjang Kota: 348 siswa, SDN 2 Selatpanjang Kota: 410 siswa, SDN 3 Selatpanjang Timur: 142 siswa, SDN 9 Selatpanjang Timur: 215 siswa, SDN 10 Selatpanjang Timur: 217 siswa, SDN 13 Selatpanjang Timur: 111 siswa, SDN 15 Banglas: 99 siswa, SDN 20 Selatpanjang Timur: 92 siswa, SDN 24 Selatpanjang Kota: 45 siswa, SMPN 2 Tebing Tinggi: 371 siswa, SMPN 3 Tebing Tinggi: 142 siswa. Sehingga total penerima manfaat berjumlah 2.129 siswa.
Dalam pelaksanaan program kali ini, yang bertepatan dengan berlangsungnya Ujian Semester, menu yang disajikan disesuaikan dalam bentuk makanan kering. Menu ini dibedakan menjadi dua jenis porsi berdasarkan jenjang kelas. Porsi Kecil ditujukan untuk siswa kelas 1 hingga 3 SD, yang terdiri atas telur rebus, jagung rebus, susu kedelai, dan pisang. Sementara itu, Porsi Besar diperuntukkan bagi siswa kelas 4 hingga 6 SD serta kelas 1 hingga 2 SMP, dengan komposisi telur rebus, bubur kacang hijau, susu kedelai, pisang, dan roti manis. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan asupan gizi tetap tercukupi selama masa ujian.
Program MBG merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara pemerintah dan yayasan/mitra dalam meningkatkan status gizi anak usia sekolah, khususnya di daerah tertinggal seperti Kepulauan Meranti. Program ini bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan prestasi belajar mereka.
“Dengan adanya Program MBG, kami berharap anak-anak di Kepulauan Meranti dapat merasakan kebermanfaatan dari program ini agar mereka dapat belajar dengan lebih baik dan tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas,” ujar Suryani.
Diharapkan, program ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan demi menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.***
Laporan : Dwiki