Siak, Catatanriau.com – Euforia pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Siak yang baru, yakni Afni Z dan Syamsurizal Budi yang digelar pada Rabu, 4 Juni 2025, masih terasa di tengah masyarakat. Namun, di balik seremoni dan selebrasi politik, suara kritis mulai menggema. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Siak angkat bicara, mereka menyambut pemerintahan baru bukan dengan bunga, melainkan dengan tekad untuk terus mengawal dan mengkritisi.
Dalam pernyataan resminya, PMII Siak menegaskan bahwa mereka siap menjadi mitra kritis dan strategis bagi pemerintahan baru. Namun mereka juga tidak segan bergerak jika kebijakan yang lahir tidak berpihak pada rakyat.
“Defisit anggaran bukan sekadar soal angka, tapi soal keberanian politik dan komitmen moral dalam memprioritaskan kebutuhan rakyat,” ujar Ahmad Nur Fauzi, Sekretaris PMII Siak, kepada Wartawan, Kamis (05/06/2025).
Siak saat ini tengah menghadapi tantangan serius berupa defisit anggaran yang mengancam kelangsungan program-program pelayanan publik. PMII menekankan pentingnya keberpihakan terhadap rakyat dalam penentuan skala prioritas pembangunan. Mereka mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak dalam proyek-proyek mercusuar yang megah namun minim manfaat, sementara kebutuhan dasar masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur desa justru terabaikan.
Lebih jauh, PMII Siak menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran. Mereka mendorong pemerintah membuka ruang partisipasi publik, khususnya bagi kelompok masyarakat sipil, pemuda, dan mahasiswa.
“Proses pembangunan tidak boleh hanya menjadi urusan elite politik dan birokrasi. Kami siap berkontribusi aktif lewat kritik konstruktif, diskusi publik, dan gerakan sosial yang mendorong akuntabilitas,” tambah Fauzi.
PMII menegaskan bahwa kritik bukanlah bentuk permusuhan terhadap pemerintah, melainkan bagian dari upaya menciptakan demokrasi yang sehat. Dalam pandangan mereka, demokrasi hanya bisa tumbuh dengan kehadiran oposisi yang cerdas dan bertanggung jawab.
“Kami tidak akan menjadi penonton. Kami akan hadir sebagai pengingat dan penggerak, demi Siak yang adil, transparan, dan benar-benar hebat,” tegas Fauzi.
Menutup pernyataannya, PMII Siak mengajak Bupati dan Wakil Bupati yang baru untuk tidak alergi terhadap suara-suara kritis. Mereka berharap kepemimpinan baru ini membawa perubahan sistemik, bukan sekadar perubahan kosmetik.***
Laporan : Tiyna