Warga Desa Darul Aman Hentikan Dua Unit Mobil L300 Pengangkut Kelapa Sawit Milik Koperasi Bathin Betuah karena Pelanggaran Prosedur

Rabu, 28 Mei 2025 | 19:52:59 WIB

Bengkalis, Catatanriau.com – Dua unit kendaraan jenis Mitsubishi L300 yang dioperasikan oleh Koperasi Batihin Betuah dihentikan oleh unsur masyarakat Desa Darul Aman—terdiri dari pemuda, ketua RT, RW, serta tokoh masyarakat—karena melintasi jalan desa tanpa izin atau koordinasi resmi dengan pemerintah desa setempat.

Kendaraan tersebut diketahui mengangkut hasil panen kelapa sawit dan secara berulang menggunakan akses jalan desa tanpa dasar hukum atau persetujuan administratif. Tindakan warga ini merupakan bentuk respons terhadap kekhawatiran atas potensi kerusakan infrastruktur jalan desa yang tidak dirancang untuk kendaraan bermuatan berat, serta bentuk penegakan terhadap tata kelola wilayah yang adil dan transparan.

Masyarakat menyatakan bahwa sebelumnya telah dilayangkan dua surat resmi kepada pihak koperasi sebagai upaya musyawarah. Namun, meskipun koperasi menyatakan akan hadir dalam pertemuan, kedua kesempatan tersebut tidak dipenuhi tanpa pemberitahuan maupun klarifikasi yang memadai.

“Kami telah berupaya menyelesaikan persoalan ini secara persuasif dan prosedural. Namun sayangnya, dua kali undangan musyawarah tidak diindahkan. Ini sangat mengecewakan dan mencerminkan kurangnya itikad baik,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Desa Darul Aman.

Sebagai respons atas ketidakhadiran koperasi dalam forum musyawarah, masyarakat  mengemukakan opsi agar seluruh aktivitas operasional pengangkutan kelapa sawit oleh pihak koperasi tidak melintasi wilayah Desa Darul Aman, khususnya Dusun 1, hingga tercapai titik terang dan kesepakatan bersama yang dituangkan secara resmi.

“Akan lebih baik jika aktivitas pengangkutan ini tidak melalui desa kami dulu, sampai ada kejelasan mekanisme dan komitmen dari koperasi,” tambah warga lainnya.

Aksi penyetopan kendaraan dilakukan secara tertib, tanpa insiden, dan dilandasi semangat menjaga ketertiban serta hak masyarakat desa. Warga berharap pihak Koperasi Batihin Betuah segera memberikan klarifikasi dan membuka ruang dialog yang konstruktif demi terwujudnya hubungan yang harmonis antara pelaku usaha dan masyarakat.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Koperasi Batihin Betuah.***

Laporan : Diwanita 

Terkini