PWI Siak Bersama Masyarakat Siap Tanam 10 Ribu Mangrove di Kampung Penyengat

Kamis, 22 Mei 2025 | 22:20:35 WIB
Rapat persiapan yang berlangsung di Cafe A2 Resto Raja Kecik, Siak, pada Kamis (22/5/2025) ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (PLT) Ketua PWI Kabupaten Siak, M. Soleman Sihotang.

Siak, Catatanriau.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Siak, bersama tokoh adat dan masyarakat Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, mematangkan persiapan penanaman 10 ribu bibit mangrove. Kegiatan konservasi lingkungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian ekosistem pesisir.

Rapat persiapan yang berlangsung di Cafe A2 Resto Raja Kecik, Siak, pada Kamis (22/5/2025) ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (PLT) Ketua PWI Kabupaten Siak, M. Soleman Sihotang. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Penghulu Kampung Penyengat, Abok Agustinus, serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat.

Soleman Sihotang, yang baru saja menerima SK PLT Ketua PWI Siak dari Ketua Umum PWI Pusat Hendry CH Bangun, menyatakan bahwa rapat kali ini berfokus pada detail persiapan, mulai dari kondisi bibit hingga penentuan lokasi acara. 

"Hari ini kita kembali rapat bersama membahas persiapan penanaman 10 ribu mangrove, alhamdulilah dihadiri Pak Abok dan masyarakat," ujar Soleman.

Antusiasme Masyarakat dan Dukungan Penuh Tokoh Adat

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh masyarakat Kampung Penyengat. Abok Agustinus menegaskan kesiapan penuh warganya untuk menyukseskan kegiatan ini. 

"Kami sangat senang dan siap mensukseskan kegiatan ini," ucap Abok yang diamini oleh tokoh masyarakat lainnya.

Menurut Abok, untuk mendukung kegiatan penanaman mangrove ini, pihaknya akan melibatkan sekitar 200 hingga 300 orang dari berbagai lapisan masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa dalam beberapa hari ke depan, lokasi acara akan dirapikan. "Minggu ini akan kita rapikan lokasi acara," katanya.

Abok Agustinus menekankan bahwa penanaman mangrove bukan sekadar aksi seremonial, melainkan langkah konkret untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. 

"Penanaman mangrove ini adalah salah satu langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan," tuturnya.

Dukungan Penuh dari PWI

Soleman Sihotang, mewakili PWI Siak, menyatakan dukungan penuhnya terhadap program penanaman mangrove ini. Ia memandang bahwa kegiatan ini memiliki manfaat ganda, baik bagi lingkungan maupun dalam mengedukasi masyarakat.

"Kami sangat mendukung upaya pelestarian lingkungan di Kampung Penyengat. Penanaman mangrove ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem," kata Soleman.

Dukungan serupa datang dari PLT Ketua PWI Provinsi Riau, H. Dheni Kurnia. Setelah mendapatkan laporan mengenai kegiatan PWI Siak, pria yang akrab disapa Bang H. Dheni ini menyatakan kesiapannya untuk hadir dan mendukung penuh. 

"Insya Allah saya hadir, dan kita siap suport kegiatan PLT PWI Siak," ungkapnya.

Dheni Kurnia juga menambahkan bahwa bulan Juni akan menjadi bulan yang padat dengan berbagai kegiatan, termasuk Hari Ulang Tahun Jaringan Media Siber Indonesia (HUT JMSI) di Kuansing dan HUT PWI di Kota Dumai. Meskipun demikian, dukungan terhadap inisiatif PWI Siak ini tetap menjadi prioritas.

Penanaman 10 ribu mangrove ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya konservasi lingkungan di Kabupaten Siak, sekaligus mempererat sinergi antara organisasi pers, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.***

Terkini