Skandal Dugaan Suap Guncang Kampung Kandis! Penghulu Bungkam Soal Titipan Uang, Malah Kirim Rekaman Misterius

Senin, 12 Mei 2025 | 11:10:50 WIB

Siak, Catatanriau.com  - Gelombang pemberitaan negatif terkait kinerjanya di Kampung Kandis, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, menyeret Penghulu Kampung berinisial MSN dalam dugaan skandal suap terhadap awak media. Upaya dugaan suap ini terungkap setelah salah seorang wartawan mengaku dihubungi oleh Ketua Badan Permusyawaratan Kampung (BapeKam) yang menyampaikan "titipan" uang tunai senilai Rp 5 juta dari Penghulu MSN. Uang tersebut diduga sebagai imbalan agar pemberitaan negatif terkait kinerja Penghulu dihentikan.

Sementara itu, Penghulu Kampung MSN saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin (12/05/2025), terkait pemberitaan dugaan suap tersebut, MSN malah memberikan tanggapan yang berbeda. Ia mengklaim bahwa pemberitaan ini bermula dari pengiriman nomor rekening oleh Puji Efendi Saragih sebelum Hari Raya Idul Fitri.

"Siap bang, bahwa dalam pemberitaan ini semua Bang ..bermula dari pengiriman nomor rekening (oleh Puji Efendi Saragih-red) sebelum lebaran, karena gak saya tanggapi beliau (Puji Efendi Saragih-red) memberitakan data yang beliau dapat," tulis MSN dalam pesannya.

Namun, ketika wartawan mencoba mengonfirmasi kebenaran informasi mengenai titipan uang tunai Rp 5 juta melalui Ketua BapeKam dan peruntukan uang tersebut, Penghulu MSN memilih untuk bungkam. Ia enggan memberikan jawaban yang jelas terkait pertanyaan sensitif tersebut.

Alih-alih menjawab pertanyaan krusial itu, Penghulu MSN justru mengirimkan sebuah rekaman percakapan sambungan telepon. Dalam rekaman tersebut terdengar suara seseorang yang tidak diketahui identitasnya sedang berbicara dengan Puji Efendi Saragih. Isi percakapan dalam rekaman itu membahas sejumlah uang tunai dengan nominal yang fantastis, mencapai lebih dari seratus juta rupiah.

Pengiriman rekaman misterius ini semakin menambah kejanggalan dalam kasus dugaan suap ini. Belum jelas apa maksud dan tujuan Penghulu MSN mengirimkan rekaman percakapan tersebut kepada awak media. Apakah rekaman itu merupakan upaya untuk mengalihkan isu, memberikan klarifikasi yang tidak langsung, atau justru bentuk intimidasi?

Kasus dugaan suap yang melibatkan Penghulu Kampung Kandis ini tentu menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas penyelenggaraan pemerintahan di tingkat Kampung. Masyarakat menanti klarifikasi yang transparan dan bertanggung jawab dari pihak-pihak terkait, termasuk Penghulu MSN dan Ketua BapeKam yang disebut-sebut sebagai perantara.

Pihak berwenang diharapkan dapat segera turun tangan untuk melakukan investigasi mendalam terkait dugaan tindak pidana suap ini. Jika terbukti bersalah, Penghulu Kampung MSN harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku. Kasus ini menjadi ujian bagi penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di tingkat akar rumput. Perkembangan selanjutnya dari skandal dugaan suap di Kampung Kandis ini akan terus dipantau oleh awak media dan menjadi perhatian serius masyarakat.

Baca Juga : Kades Kampung Kandis Diduga Lakukan Suap Pada Awak Media, Antisipasi Publikasi Kinerja Kepemimpinan Negatif Kedepan

Sebelumnya, Puji Efendi Saragih, Kepala Biro media Detiknewstv.com untuk Kabupaten Siak, mengungkapkan kejadian tersebut kepada awak media pada Minggu (11/05/25). Menurut Puji, dirinya dihubungi oleh Ketua BapeKam pada Kamis malam (08/05/25) yang menyampaikan adanya titipan dari Penghulu MSN dengan syarat agar media tidak lagi memberitakan hal-hal negatif mengenai kepemimpinannya.

"Ada salah seorang Ketua BapeKam di Kecamatan Kandis, pada Kamis malam menelepon dan mengatakan bahwa ada titipan dari MSN dengan syarat tidak lagi mensyiarkan pemberitaan yang sifatnya negatif terkait kinerja Penghulu Kampung. Titipan itu sendiri nilainya cukup menggiurkan yakni Rp. 5 juta dan disebut untuk biaya ngopi," ujar Puji Efendi.

Puji Efendi menegaskan bahwa dirinya menolak mentah-mentah tawaran tersebut dan meminta agar uang itu dikembalikan kepada Penghulu MSN.

"Hari Jum'at, 9 Mei atau sehari setelahnya saya minta tolong pada Ketua BapeKam untuk memulangkan dana dari MSN. Harga kopi di Kandis masih Rp 10.000/gelas, duit Rp 5 jt untuk ngopi, mungkin MSN itu salah ingat harga kopi," sindirnya dengan nada bercanda.***

Penulis: Idris Harahap 

Terkini