Rohul, Catatanriau.com — Konferensi Cabang (Konfercab) V Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Rokan Hulu resmi dibuka Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti di Convention Hall Islamic Centre Pasir Pengaraian, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Rokan Hulu Hj. Sumiaetini, Kabid Perkim Fachrudin Siregar, perwakilan Pengurus Daerah PMII Provinsi Riau, serta pengurus dan kader PC PMII Rokan Hulu.
Dalam arahannya, Syafaruddin meminta Konfercab tidak sekadar menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah.
"Dalam kongres ini bukan hanya memilih seorang pimpinan, tetapi buatlah konsep. Jangan hanya ke dalam organisasi saja. Buat konsep untuk pemerintah, kira-kira rekomendasinya apa," ujar Syafaruddin.
Menurut dia, PMII yang telah memasuki periode kelima memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap berbagai persoalan di daerah. Karena itu, mahasiswa diminta menyampaikan kritik dan masukan secara objektif, termasuk terkait hal-hal yang masih perlu diperbaiki pemerintah.
"Kalau ada hal yang belum terpikirkan oleh pemerintah, dengan gagasan anak muda ini, masukkan secara tertulis. Berikan rekomendasi agar bisa kami akomodir," katanya.
Syafaruddin juga berpesan agar PMII menjaga soliditas organisasi dan mampu menjadi panutan bagi generasi muda.
"Jadilah organisasi yang solid, menjadi panutan anak muda, tentunya dengan karakter yang baik," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC PMII Rokan Hulu Muhammad Shobri, mengatakan Konfercab V menjadi momentum memperkuat arah organisasi sekaligus meningkatkan peran kader di tengah masyarakat.
Forum tersebut membahas mekanisme pemilihan, persyaratan calon ketua, hingga agenda organisasi setelah kepengurusan baru terbentuk. Terdapat sembilan pemilik hak suara yang akan menentukan ketua cabang.
Untuk menjadi calon ketua, kader diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya telah mengikuti PKL dan memiliki pengalaman sebagai pengurus. Hingga pembukaan Konfercab, baru satu kader yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua.
Selain penguatan internal, PMII juga memperluas aktivitas melalui kegiatan sosial dan keagamaan. Organisasi diharapkan menjadi wadah peningkatan kapasitas kader agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kita sebagai kader PMII harus hadir dalam menjawab persoalan yang ada di daerah kita. Kader PMII harus hadir di tengah masyarakat menjadi kader, orang atau mahasiswa yang betul-betul bisa diandalkan," katanya.
Ia menegaskan, kualitas kader menjadi bagian penting dari keberlanjutan organisasi. Kader PMII tidak cukup hanya aktif secara internal, tetapi harus mampu mengambil peran dan berkontribusi bagi masyarakat serta pembangunan daerah.***