Siak, Catatanriau.com — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat melalui sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan, serta masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan karhutla yang digelar Tim Penyuluhan Mabes TNI di Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.15 WIB tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Sungai Mandau. Penyuluhan dipimpin langsung Laksamana TNI Priyambodo, S.H., selaku Kepala Tim Penyuluh, bersama empat anggota tim lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim Mabes TNI memberikan pemahaman kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan mengenai pentingnya pencegahan karhutla, terutama melalui peningkatan kewaspadaan dan keterlibatan bersama dalam menjaga lingkungan.
Laksamana TNI Priyambodo menekankan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Pencegahan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat, pemerintah, TNI, Polri dan perusahaan memiliki peran masing-masing untuk mencegah terjadinya kebakaran dan segera melakukan langkah apabila ditemukan potensi titik api,” ujar Priyambodo dalam penyuluhan tersebut.
Menurutnya, edukasi dan penyuluhan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Ia juga mendorong agar komunikasi dan koordinasi di tingkat kecamatan hingga kampung terus diperkuat, sehingga setiap potensi karhutla dapat ditangani sedini mungkin.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Danramil 03/Minas Kapten Arh Aguswanto. Kehadiran Danramil dalam kegiatan itu menjadi bagian dari dukungan dan pendampingan jajaran TNI terhadap upaya pencegahan karhutla di wilayah Kabupaten Siak.
Kapten Arh Aguswanto mengatakan, penyuluhan yang diberikan Mabes TNI menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman seluruh pihak mengenai bahaya karhutla.
“Kami dari jajaran kewilayahan tentu mendukung penuh kegiatan penyuluhan ini. Pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari aparat, pemerintah kecamatan, penghulu, perusahaan, MPA, tokoh masyarakat hingga masyarakat secara langsung,” kata Aguswanto.
Ia menambahkan, jajaran Koramil akan terus mendukung upaya pencegahan karhutla melalui kegiatan di lapangan, termasuk memberikan imbauan dan mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Yang paling penting adalah pencegahan. Jangan sampai api sudah membesar baru kita bergerak. Karena itu, kepedulian dan kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan,” tambahnya.
Selain unsur TNI, kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Sungai Mandau Yaumil Azman, S.H., Kapolsek Sungai Mandau Ipda J.B. Panjaitan, S.H., Danpos Sungai Mandau Pelda Benriyadi, Kanit Intel Polsek Sungai Mandau Bripka Yudistira Tri Nugraha, para penghulu se-Kecamatan Sungai Mandau, Bapekam, Kepala KUA, Korwil Pendidikan, pimpinan perusahaan, tokoh agama, tokoh adat serta Masyarakat Peduli Api (MPA) se-Kecamatan Sungai Mandau.
Perwakilan perusahaan yang hadir di antaranya pimpinan PT RAPP dan PT Arara Abadi, termasuk PT Arara Abadi Distrik Duri 1 Melibur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Camat Sungai Mandau, dilanjutkan pengarahan dari Laksamana TNI Priyambodo, S.H., serta pengarahan Mayor Inf Dede Rohendi dan Kapolsek Sungai Mandau.
Para peserta kemudian mengikuti sesi tanya jawab. Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan berbagai hal terkait upaya pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah Sungai Mandau.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Seluruh rangkaian penyuluhan berlangsung aman dan lancar.
Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, perusahaan dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mencegah karhutla serta menjaga wilayah Kabupaten Siak tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.***