PEKANBARU (CR) – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Riau mendesak Kapolda Riau dan Kapolres Kampar membongkar hingga ke akar jaringan dugaan perjudian togel online yang kembali marak di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar.
PMII menilai penindakan terhadap perjudian tidak boleh berhenti pada pengecer, operator lapangan, atau pemain. Aparat diminta mengejar pihak yang berada di balik jaringan, termasuk bandar, penyandang dana, pengendali transaksi, hingga pihak yang menikmati keuntungan terbesar.
Wakil Ketua PKC PMII Riau, Hotib Sempurna, mengatakan maraknya kembali aktivitas perjudian setelah dilakukan sejumlah penertiban menjadi pertanyaan serius bagi aparat penegak hukum.
“Kami mengapresiasi langkah kepolisian yang sebelumnya telah melakukan pengungkapan di sejumlah wilayah, seperti Siak Hulu, Tapung, dan sekitarnya. Tetapi persoalannya, mengapa setelah penindakan dilakukan, aktivitas serupa kembali muncul?” kata Hotib dalam keterangan pers di Pekanbaru.
Menurut dia, kondisi tersebut perlu dijawab dengan membongkar struktur jaringan secara menyeluruh.
“Jangan sampai pemberantasan perjudian hanya menghasilkan daftar pengecer dan pemain yang ditangkap, sementara orang yang diduga mengendalikan bisnisnya tetap berada di belakang layar. Kalau pola seperti ini terus terjadi, perjudian akan selalu tumbuh kembali dengan modus yang berbeda,” ujarnya.
Hotib mengatakan informasi yang berkembang di tengah masyarakat Kampar juga telah mengarah kepada sejumlah nama yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan jaringan perjudian.
Salah satu nama yang mencuat adalah Joni Tan.
Namun, PMII Riau menegaskan bahwa penyebutan nama tersebut merupakan bagian dari informasi dan keresahan yang berkembang di masyarakat, bukan tuduhan bahwa yang bersangkutan telah terbukti melakukan tindak pidana.
“Kalau sebuah nama terus muncul dalam informasi masyarakat, tugas aparat bukan menghakimi dan bukan pula mengabaikannya. Tugas aparat adalah melakukan verifikasi, penyelidikan, dan pembuktian. Kalau tidak terlibat, tentu harus ada kejelasan. Kalau terbukti terlibat berdasarkan alat bukti yang sah, proses hukum harus berjalan,” kata Hotib.
PMII Riau meminta kepolisian tidak menjadikan informasi masyarakat sebagai vonis, tetapi menjadikannya salah satu bahan untuk melakukan penyelidikan profesional.
Selain mengejar pelaku lapangan, PMII Riau mendesak aparat menggunakan pendekatan follow the money untuk mengungkap jaringan perjudian tersebut.
Hotib menilai dugaan besarnya perputaran uang dalam bisnis togel online harus menjadi perhatian serius karena dapat menunjukkan adanya struktur jaringan yang terorganisasi.
“Kalau benar perputaran uangnya mencapai puluhan miliar rupiah per bulan, pertanyaannya sederhana, uang itu berasal dari mana ?, masuk ke rekening siapa ?, siapa yang mengatur transaksi ?, siapa yang menyediakan fasilitas ?, dan siapa yang menikmati keuntungan paling besar?” katanya.
Menurut dia, penelusuran transaksi keuangan dapat menjadi pintu masuk untuk membongkar pihak-pihak yang selama ini tidak terlihat di lapangan.
“Jangan hanya menghitung berapa orang yang ditangkap. Ukuran keberhasilan pemberantasan perjudian adalah apakah bandar dan pengendalinya berhasil dibongkar,” ujarnya.
PKC PMII Riau juga meminta kepolisian memperkuat pengawasan di wilayah yang dinilai rawan terhadap dugaan aktivitas perjudian, terutama Tapung, Tapung Hilir, Tapung Hulu, dan Siak Hulu.
Pengawasan juga diminta mencakup dugaan praktik perjudian yang berkedok gelanggang permainan (gelper).
PMII meminta setiap tempat usaha permainan diperiksa legalitas dan aktivitasnya agar tidak menjadi ruang bagi praktik perjudian.
Hotib menegaskan bahwa pemberantasan perjudian membutuhkan keberanian untuk menyentuh seluruh mata rantai.
“Kalau hanya pelaku kecil yang ditangkap, sementara aktor yang diduga mengendalikan jaringan tidak tersentuh, maka persoalannya tidak akan pernah selesai. Hari ini satu pengecer ditangkap, besok bisa muncul pengecer baru. Karena itu, yang harus diputus adalah jaringan dan sumber kekuatannya,” katanya.
PKC PMII Riau menyampaikan sejumlah desakan kepada Polda Riau dan Polres Kampar:
1. mengusut secara menyeluruh dugaan jaringan togel online di Kabupaten Kampar dan tidak berhenti pada pelaku tingkat bawah.
2. melakukan penelusuran aliran dana untuk mengungkap bandar, penyandang dana, pengendali jaringan, penyedia fasilitas, serta pihak yang menikmati keuntungan.
3. melakukan pengawasan berkelanjutan terhadap wilayah Tapung, Tapung Hilir, Tapung Hulu, Siak Hulu, dan lokasi yang diduga menjadi tempat berlangsungnya aktivitas perjudian berkedok gelper.
PMII Riau juga meminta Kapolda Riau memastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih.
“Jangan sampai masyarakat melihat ada kesan bahwa hukum hanya tajam kepada pelaku di lapangan, tetapi tumpul ketika berhadapan dengan orang yang diduga memiliki modal dan jaringan. Kalau memang ada aktor intelektualnya, bongkar dan proses sesuai hukum. Kalau tidak terbukti, hentikan spekulasinya. Semuanya harus terang berdasarkan hukum dan alat bukti,” tegas Hotib.
PKC PMII Riau menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan mendorong masyarakat melaporkan informasi terkait dugaan perjudian kepada aparat penegak hukum.
“Kampar tidak boleh menjadi lahan subur bagi perjudian. Polisi harus hadir bukan hanya ketika ada penangkapan, tetapi memastikan jaringan perjudian benar-benar diputus sampai ke akar-akarnya,” kata Hotib.***