Kapolres Pelalawan Tinjau Lahan Jagung KUD Sialang Makmur, Perkuat Ketahanan Pangan dan Asta Cita Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 | 17:48:57 WIB
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, SIK bersama jajaran dan Kabid Pangan Kabupaten Pelalawan turun langsung meninjau perkembangan tanaman jagung pipil di lahan tumpang sari KUD Sialang Makmur, Desa Sialang Indah, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kamis

PELALAWAN,CATATAN RIAU.COM,:— Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, SIK bersama jajaran dan Kabid Pangan Kabupaten Pelalawan turun langsung meninjau perkembangan tanaman jagung pipil di lahan tumpang sari KUD Sialang Makmur, Desa Sialang Indah, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kamis (11/6/2026) siang.

Kegiatan monitoring yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Lahan KUD Sialang Makmur sendiri saat ini menjadi salah satu lokasi percontohan pengembangan jagung pipil di Kabupaten Pelalawan dengan sistem tanam bertahap atau kuartal guna memastikan panen berlangsung secara berkesinambungan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Rinaldy Parlindungan, SH, Kasat Lantas Polres Pelalawan AKP Tatit Hanafiah Rizkian, Kabid Pangan Kabupaten Pelalawan M. Taufik, SP, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sorek Satu Aipda Alamsah, Bhabinkamtibmas Desa Sialang Indah Aipda Samuel Sihite, personel Polsek Pangkalan Kuras, serta Ketua Kelompok Tani Sunar bersama para pengelola lahan.

Dalam peninjauan itu, rombongan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman jagung pada Kuartal I seluas 2 hektare dan Kuartal II seluas 10 hektare. Hasilnya menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.

Tanaman pada Kuartal I telah mencapai tinggi antara 1,8 hingga 3 meter, daun tampak hijau segar, dan tongkol jagung sudah memasuki fase tua dengan estimasi panen pada pertengahan Juli 2026.

Sementara itu, tanaman pada Kuartal II yang berusia sekitar satu bulan menunjukkan pertumbuhan yang baik dengan tinggi antara 25 hingga 100 sentimeter. Lahan tersebut telah mendapatkan pemupukan menggunakan urea dan TSP serta perawatan rutin berupa pengendalian hama ulat dan gulma. Jika kondisi terus terjaga, panen diperkirakan dapat dilakukan pada awal September 2026.

Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas bersama pengelola lahan juga melakukan evaluasi terhadap beberapa titik yang mengalami pertumbuhan kurang optimal akibat karakteristik tanah kuning yang memiliki tingkat kesuburan lebih rendah. Edukasi diberikan kepada pengelola agar meningkatkan frekuensi penyiraman, pemupukan, serta perawatan tanaman guna meminimalkan risiko stunting pada jagung.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, SIK menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen mendukung kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan petani, tetapi juga memerlukan sinergi lintas sektor agar hasil yang dicapai benar-benar optimal.

“Pengecekan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan program Asta Cita. Kami ingin memastikan seluruh lahan yang dikelola masyarakat dapat berkembang maksimal. Jika ada kendala seperti tanah kuning yang menyebabkan pertumbuhan kurang optimal, maka harus segera diatasi melalui pendampingan, edukasi, dan perawatan yang lebih intensif agar hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat,” tegas Kapolres.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 15.45 WIB dalam suasana aman dan kondusif. Kehadiran langsung Kapolres bersama unsur pemerintah daerah di tengah para petani menjadi bukti bahwa semangat “Melindungi Tuah Menjaga Marwah” tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui dukungan nyata terhadap ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi masyarakat desa di Kabupaten Pelalawan.****

Terkini