Membawa Harapan, Kapolda Riau Tegaskan Komitmen Lindungi Gajah Sumatera dan Hutan Tesso Nilo

Kamis, 11 Juni 2026 | 16:18:47 WIB

PEKANBARU,CATATAN RIAU. COM,:–
Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti kawasan Flying Squad Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Kamis (11/6/2026). Kapolda Riau, Irjen Pol Dr Herry Heryawan,SIK MH MHum hadir langsung untuk meninjau seekor anak Gajah Sumatera yang baru lahir dari induknya bernama Ria. Kelahiran bayi gajah yang sebelumnya tidak terdeteksi itu menjadi kabar menggembirakan sekaligus harapan baru bagi upaya pelestarian satwa langka di Provinsi Riau.

Kegiatan yang berlangsung di Flying Squad Balai TNTN, Desa Lubuk Kembang Bunga, ini menjadi perhatian berbagai pihak karena kawasan Tesso Nilo dikenal sebagai salah satu benteng terakhir habitat alami Gajah Sumatera di Indonesia. Kehadiran anak gajah tersebut menjadi bukti bahwa ekosistem hutan Tesso Nilo masih memiliki kemampuan mendukung keberlangsungan hidup satwa yang kini berstatus kritis atau terancam punah.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Riau didampingi sejumlah pejabat utama Polda Riau, di antaranya Karo Rena Kombes Pol Daniel Widya Mucharam, Karo SDM Kombes Pol Dr. Boy Jeckson Situmorang, Dirreskrimsus Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan, Dansat Brimob Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, serta Analis Kebijakan PID Divhumas Kombes Pol Anom Kabarianto. 
Kehadiran jajaran pimpinan Polda Riau menunjukkan dukungan nyata terhadap upaya konservasi lingkungan dan perlindungan satwa liar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, SIK, Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, SH, Kepala Balai TNTN Heru Sumantoro, SHut., MM, Kajari Pelalawan Dr. Eka Nugraha, SH., MH, Pabung Kodim 0313/KPR Mayor Inf Lilik Haryono, Danramil 04/Pangkalan Kuras Kapten Inf Mawardi, para petugas konservasi, serta mahout yang selama ini merawat gajah-gajah binaan Flying Squad.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Forkopimda Pelalawan pada pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, Kapolda Riau berinteraksi langsung dengan gajah-gajah konservasi yang berada di kawasan Flying Squad. Momen tersebut menjadi semakin istimewa ketika Kapolda melihat secara langsung bayi gajah yang lahir dari induk Ria dan menjadi pusat perhatian seluruh tamu yang hadir.

Kepala Balai TNTN Heru Sumantoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa kelahiran anak gajah tersebut merupakan kejutan yang membahagiakan bagi seluruh petugas konservasi dan mahout. Menurutnya, peristiwa ini menjadi bukti bahwa Tesso Nilo masih mampu menjadi habitat yang mendukung keberlangsungan hidup Gajah Sumatera. Ia berharap kelahiran bayi gajah tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan satwa liar yang dilindungi.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Riau secara resmi memberikan nama “Nona Seroja” kepada bayi gajah betina yang baru lahir. Nama tersebut, menurut Kapolda, diberikan dengan restu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan mengandung makna harapan, keindahan, serta keteguhan hidup di tengah berbagai tantangan.

“Kelahiran ini merupakan peristiwa berharga bagi Riau dan dunia konservasi. Ini menjadi pertanda baik di tengah ancaman penyempitan habitat dan perburuan satwa liar. Polda Riau berkomitmen mendukung perlindungan lingkungan dan memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan lingkungan,” tegasnya.

Kelahiran Nona Seroja yang berlangsung tanpa terdeteksi sebelumnya menjadi bukti bahwa alam Tesso Nilo masih menyimpan berbagai keajaiban. Peristiwa ini sekaligus mempererat sinergi antara Polri, TNI, Balai TNTN, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menjaga kelestarian Gajah Sumatera dan habitatnya. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Nama Nona Seroja kini menjadi simbol harapan baru bahwa masa depan Gajah Sumatera masih dapat diselamatkan selama hutan Tesso Nilo terus dijaga dan dilestarikan bersama.****

Terkini