Tingkatkan Kesadaran Karhutla, RPK PT RUJ Sebar Brosur Edukasi ke Masyarakat

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:41:33 WIB

Rohil, Catatanriau.com — Menghadapi musim kemarau 2026, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Ruas Utama Jaya (RUJ) terus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu langkah yang dilakukan ialah membagikan brosur edukasi kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar areal konsesi perusahaan.

Brosur tersebut berisi sejumlah imbauan penting untuk mencegah terjadinya karhutla, di antaranya larangan membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak membuat api unggun maupun membakar sampah dan serasah di kebun atau ladang.

Selain itu, RPK PT RUJ juga mencantumkan nomor kontak darurat yang dapat dihubungi masyarakat apabila menemukan asap atau titik api di lapangan.

Anggota RPK PT RUJ, Anggi Saputra, mengatakan penyebaran brosur dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan karhutla.

“Melalui brosur ini, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Jika menemukan asap atau titik api, masyarakat dapat segera menghubungi nomor yang tertera pada brosur,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis pagi (14/05/2026).

Sementara itu, anggota RPK PT RUJ lainnya, Abdurrahman, mengungkapkan bahwa wilayah tersebut mulai memasuki musim kemarau yang cukup ekstrem. Bahkan, beberapa titik api telah terpantau di sejumlah lokasi.

Ia menjelaskan, berdasarkan prediksi BMKG, fenomena El Nino diperkirakan terjadi pada 2026 dan berpotensi menyebabkan kemarau panjang pada periode Juni hingga Oktober.

“Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Jangan melakukan pembakaran lahan, dan bagi perokok pastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang, terutama karena kawasan ini merupakan lahan gambut yang sangat mudah terbakar,” katanya.

Komandan RPK PT RUJ, Patih, menegaskan bahwa sebagian besar kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh aktivitas manusia, baik disengaja maupun akibat kelalaian.

“Kebakaran hutan umumnya dipicu oleh faktor manusia. Karena itu, patroli rutin dan penyebaran brosur edukasi menjadi salah satu langkah efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mencegah terjadinya karhutla,” ujarnya.

PT RUJ, lanjutnya, berkomitmen terus melibatkan masyarakat dalam upaya pengendalian karhutla melalui sosialisasi berkelanjutan, patroli rutin, serta pelibatan warga dalam deteksi dini titik panas.

Terkini