Kampar, Catatanriau.com — Tengah riuhnya janji dan wacana, langkah nyata kembali ditunjukkan oleh Pebriyan Winaldi, Direktur PT Green Palma Riau Jaya sekaligus Ketua Elang 3 Hambalang ini memilih bergerak dalam diam, namun berdampak luas bagi masyarakat.
Melalui program bantuan rutin yang konsisten, sebanyak 119 guru MDTA dan 50 anak yatim di Kecamatan Kampa menerima uluran tangan yang bukan sekadar materi, melainkan juga harapan.
Para guru MDTA yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pendidikan agama kerap berada dalam keterbatasan. Namun di balik keterbatasan itu, mereka tetap menyalakan cahaya ilmu bagi generasi muda. Bantuan yang diberikan menjadi bukti bahwa pengabdian mereka tidak luput dari perhatian.
Tak hanya itu, puluhan anak yatim yang menjadi bagian dari program ini turut merasakan kehangatan kepedulian. Di tengah kerasnya realitas kehidupan, kehadiran bantuan ini menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri.
Pebriyan Winaldi menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah sekadar agenda seremonial, melainkan komitmen jangka panjang untuk membangun masyarakat dari akar pendidikan dan kepedulian sosial.
“Ini bukan tentang memberi sesaat, tetapi bagaimana kita menjaga keberlanjutan kepedulian. Guru dan anak yatim adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Di saat banyak pihak masih sibuk berbicara, langkah nyata seperti ini menjadi pengingat: perubahan tidak lahir dari wacana, tetapi dari aksi yang konsisten.
Dan dari Kecamatan Kampa, sebuah pesan sederhana namun kuat menggema
bahwa kepedulian yang tulus akan selalu menemukan jalannya untuk memberi arti.