Paskah Sinodal GPIB 2026 di Pelalawan: Kebangkitan Kristus Wujud Nyata Kasih dan Kemanusiaan

Sabtu, 11 April 2026 | 10:03:07 WIB
Paskah Sinodal GPIB 2026 di Pelalawan: Kebangkitan Kristus Wujud Nyata Kasih dan Kemanusiaan

PELALAWAN, CATATAN RIAU.COM,— Perayaan Paskah Sinodal Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) tahun 2026 direncanakan berlangsung penuh makna di GPIB Jemaat Anugerah Sorek Bajem Eben Haezer, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Minggu (12/4/2026). Momentum ini mengangkat tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”.

Perayaan ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di wilayah Musyawarah Pelayanan (MUPEL) Sumatera Barat–Riau–Bengkulu (SaRiBu), menandai komitmen GPIB menghadirkan pelayanan yang merata dan tidak terpusat hanya di Pulau Jawa.

Ketua Umum Majelis Sinode GPIB XXII, Pdt Nitis Putrasana Harsono, M.Th, hadir langsung memimpin ibadah Paskah sebagai pelayan Firman. Kehadirannya menjadi simbol kuat bahwa kebangkitan Kristus harus diwujudkan dalam kehidupan nyata di tengah jemaat dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan Paskah Sinodal dimulai sejak Sabtu (11/4/2026) dengan ibadah pembukaan dan ramah tamah. Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat bekerja sama dengan pemerintah Desa Beringin Makmur sebagai bentuk kepedulian gereja terhadap kesehatan umat.

Tak hanya itu, dilakukan pula peresmian rumah pastori pendeta serta malam kebersamaan yang diisi dengan pujian, tarian, dan makan bersama. Suasana kehangatan dan persaudaraan begitu terasa, mempererat hubungan antara jemaat dan masyarakat sekitar.

Pada puncak perayaan Minggu, ibadah berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Turut mendampingi, Ketua V Majelis Sinode GPIB XXII Maxi Dj. A. Hayer, SH, MH, yang bersama fungsionaris lainnya menunjukkan sinergi pelayanan yang kuat di wilayah SaRiBu.

Sebagai wujud nyata kasih, setelah ibadah dilakukan kegiatan berbagi kepada masyarakat kurang mampu di Desa Beringin Makmur. Bantuan tersebut berasal dari aksi puasa anak-anak Pelkat Pelayanan Anak (PA) dan Persekutuan Teruna (PT) selama masa prapaskah.

Perayaan ini menegaskan bahwa Paskah bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan untuk menjadi agen pembaruan dalam kehidupan sehari-hari. Gereja diharapkan terus hadir membawa kasih, harapan, dan pemulihan di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Melalui Paskah Sinodal 2026 ini, GPIB menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan kasih Allah secara nyata dan inklusif di seluruh wilayah pelayanan, mempererat persaudaraan, serta membangun kemanusiaan yang lebih bermartabat dan penuh kasih di tanah Riau.****

Terkini