PELALAWAN, CATATANRIAU.COM — SMA Negeri 2 Pangkalan Kerinci melaksanakan sosialisasi dua agenda besar dan strategis, yakni Pembatasan Penggunaan Telepon Selular (Handphone) serta Aplikasi Monitoring Absensi Siswa Berbasis Online melalui peluncuran Aplikasi Absisku SMANDA Bersama Maju Berwawasan Hebat (Bermarwah), Rabu (4/2/2026).
Kegiatan sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Kepala SMA Negeri 2 Pangkalan Kerinci, Misnarti, S.Pd., M.Pd, didampingi Wakil Kepala Sekolah Yulidin, S.Pd, dewan guru, Guru TIK sekaligus Operator Dapodik Cuncun Wibowo, S.Kom, Komite Sekolah, serta dihadiri para orang tua/wali siswa kelas X, XI, dan XII.
Dalam sambutannya, Misnarti menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran seluruh unsur sekolah dan orang tua/wali siswa. Menurutnya, sosialisasi ini merupakan langkah penting yang menyangkut masa depan pendidikan serta pembentukan karakter siswa SMAN 2 Pangkalan Kerinci di tengah tantangan era digital.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital membawa dampak besar dalam dunia pendidikan. Menyikapi hal tersebut, SMAN 2 Pangkalan Kerinci mengambil langkah progresif melalui pembatasan penggunaan handphone di lingkungan sekolah serta peluncuran Aplikasi Absisku SMANDA Bermarwah sebagai sistem absensi berbasis online.
Menariknya, aplikasi absensi ini langsung diuji coba bersama orang tua siswa secara langsung, dan menjadi aplikasi absensi digital pertama yang diterapkan di SMAN 2 Pangkalan Kerinci, bahkan disebut sebagai yang pertama di Kabupaten Pelalawan. Hal ini menandai komitmen sekolah dalam menerapkan sistem pendidikan yang transparan dan modern.
Pembatasan penggunaan handphone di sekolah dinilai memiliki banyak manfaat, di antaranya meningkatkan fokus dan konsentrasi belajar siswa, mendorong interaksi sosial dan akademik yang lebih sehat, serta membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab. Kebijakan ini juga menjadi langkah preventif terhadap dampak negatif dunia digital seperti kecanduan gawai dan penyalahgunaan media sosial.
Sementara itu, Aplikasi Absisku SMANDA Bermarwah memberikan kemudahan bagi orang tua/wali untuk memantau kehadiran siswa secara real time, mulai dari kehadiran di sekolah, proses belajar mengajar, hingga kepulangan. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kedisiplinan siswa.
Ketua Komite Sekolah SMAN 2 Pangkalan Kerinci, Junaidi Purba, S.T, yang diwakili Sekretaris Komite Edward Pangaribuan, M.Si, menyatakan dukungan penuh terhadap dua kebijakan strategis tersebut. Ia menegaskan bahwa pembatasan handphone merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Riau Nomor 800.1.10365/Disdik/2026, dan bertujuan melindungi proses belajar siswa, bukan membatasi hak mereka.
Komite sekolah dan para orang tua sepakat bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa dibebankan kepada sekolah semata, melainkan membutuhkan sinergi semua pihak. Melalui sosialisasi dan peluncuran Absisku SMANDA Bermarwah ini, diharapkan terbangun pemahaman bersama, langkah yang searah, serta komitmen kuat untuk mewujudkan SMAN 2 Pangkalan Kerinci yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.***