Selatpanjang, Catatanriau.com – Koordinator Wilayah Kepulauan Meranti Aliansi BEM Se-Riau, Faizul, menolak keras rencana kenaikan tarif boarding pass di Pelabuhan Tanjung Harapan, Kabupaten Kepulauan Meranti. Ia menilai kebijakan tersebut justru akan membebani masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan ekonomi.
“Meski keputusan ini disebut sebagai langkah positif karena disebutkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), PT Pelindo harus tetap mengedepankan transparansi dalam penyusunan dan implementasi kebijakan. Kebijakan yang diterapkan tidak boleh hanya menguntungkan pihak tertentu, tetapi juga harus mempertimbangkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti,” tegas Faizul.
Faizul menyebutkan, kenaikan tarif dikhawatirkan akan menambah tekanan ekonomi bagi masyarakat, terutama mereka yang rutin menggunakan jasa pelabuhan. Menurutnya, rencana tersebut tidak sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Selain menolak kenaikan tarif, Koordinator Wilayah Kepulauan Meranti Aliansi BEM Se-Riau juga menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya :
1. Menolak keras rencana kenaikan tarif boarding pass yang dinilai akan semakin membebani masyarakat.
2. Mendesak PT Pelindo untuk membatalkan rencana kenaikan tarif tanda masuk (boarding pass).
3. Meminta PT Pelindo untuk meningkatkan fasilitas pelayanan di pelabuhan.
4. ?Meminta PT Pelindo agar menjamin rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan.
5. Mendesak PT Pelindo memperbaiki infrastruktur jalan dan area parkir yang kerap tergenang saat air naik atau pasang.
“Kami berharap PT Pelindo mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat dalam setiap kebijakan yang diterapkan,” ujar Faizul.
Ia menegaskan bahwa pelabuhan bukan hanya menjadi sumber pemasukan bagi perusahaan, tetapi juga urat nadi mobilitas masyarakat di Kepulauan Meranti. Karena itu, setiap kebijakan yang diambil seharusnya mengedepankan kepentingan publik, memastikan pelayanan yang lebih baik, serta tidak menambah beban ekonomi masyarakat.
Aliansi BEM Se-Riau juga berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini bersama elemen masyarakat agar suara rakyat benar-benar diperhatikan dalam setiap keputusan yang diambil oleh PT Pelindo.***
Laporan: Dwiki