Pelalawan, Catatanriau.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (BEM ITP2I) dengan tegas menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap kepemimpinan Bupati H. Zukri. Janji yang pernah ia ucapkan untuk mendukung penuh keberadaan ITP2I, hari ini terbukti hanya sebatas omong kosong tanpa realisasi nyata.
Salah satu bukti paling nyata dari pengingkaran janji tersebut adalah pembangunan gedung baru ITP2I yang terbengkalai akibat tunda bayar. Gedung yang seharusnya menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk menunjang proses belajar, kini justru tidak dapat difungsikan. Bupati Zukri telah gagal menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi di Pelalawan.
Padahal, pembangunan gedung baru ini lahir dari semangat untuk menghadirkan kualitas pendidikan yang lebih baik bagi putra-putri daerah. Namun ironisnya, alih-alih memberi solusi, pemerintah daerah justru membiarkan fasilitas pendidikan mangkrak dan tidak memberi kepastian. Hal ini jelas menjadi bukti bahwa dukungan bupati hanyalah retorika politik tanpa tanggung jawab moral.
Kami menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh dijadikan bahan pencitraan.
Adrian Ahmad Juanda selaku Presiden Mahasiswa BEM ITP2I menegaskan,
"Apa gunanya janji besar jika di lapangan kampus justru dibiarkan terpuruk? Apa arti komitmen jika hasilnya hanyalah gedung terbengkalai yang menandai kegagalan seorang pemimpin?"
Oleh karena itu, BEM ITP2I menuntut dengan tegas:
1. Bupati H. Zukri segera menyelesaikan persoalan tunda bayar pembangunan gedung baru ITP2I.
2. Pemerintah Kabupaten Pelalawan segera menunjukkan keberpihakan nyata terhadap pengembangan ITP2I.
3. Menuntut Bupati untuk tidak lagi menjadikan pendidikan tinggi sebagai bahan pencitraan politik.
4. Jika tuntutan ini tidak segera ditindaklanjuti, maka mahasiswa bersama masyarakat akan turun dengan aksi yang lebih besar.
Kami percaya, masa depan Pelalawan tidak bisa dibangun dengan janji palsu, melainkan dengan komitmen nyata terhadap pendidikan. Dan hari ini, sejarah mencatat: Bupati Zukri telah gagal menepati janji kepada mahasiswa dan rakyat Pelalawan.***
Laporan : Mutia