Mahasiswa Tagih Janji Bupati Zukri, Diduga Ingkar Komitmen Terhadap Pendidikan Tinggi di Pelalawan

Rabu, 20 Agustus 2025 | 09:03:14 WIB

Pelalawan, Catatanriau.com – Suasana panas kembali menyeruak di Kabupaten Pelalawan. Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (BEM ITP2I) akhirnya angkat suara dengan nada tegas dan lantang. Janji manis yang pernah diucapkan Bupati H. Zukri untuk mendukung penuh pengembangan kampus ITP2I dinilai hanya sebatas retorika politik tanpa realisasi nyata.

Di awal kepemimpinannya, Bupati Zukri berkomitmen menjadikan ITP2I sebagai mercusuar pendidikan tinggi berbasis perkebunan di Pelalawan. Harapan besar itu sempat membangkitkan optimisme ribuan mahasiswa dan masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, janji tersebut mulai tampak seperti fatamorgana. Infrastruktur kampus terbengkalai, pembangunan terhenti akibat tunda bayar, dan hingga kini tidak ada langkah konkret yang menyelesaikan persoalan mendasar tersebut.

Padahal, ITP2I merupakan satu-satunya perguruan tinggi perkebunan yang diharapkan mampu melahirkan generasi muda unggul, berkompeten, dan siap membangun sektor kelapa sawit – tulang punggung ekonomi Pelalawan. Tanpa dukungan nyata pemerintah daerah, mimpi besar itu hanya akan terkubur sebagai wacana kosong.

Adrian Ahmad Juanda, Presiden Mahasiswa BEM ITP2I, menyampaikan pernyataan keras.
"Kami menilai sikap Bupati yang tidak konsisten ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Pendidikan bukan bahan pencitraan atau alat kampanye politik. Rakyat butuh pemimpin yang berkomitmen, bukan yang pandai berkata tapi gagal membuktikan," tegasnya dengan suara bergetar menahan amarah.

Dalam sikap resminya, BEM ITP2I menuntut:

  1. Bupati H. Zukri segera menepati janji dengan memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan ITP2I.
  2. Segera menyelesaikan persoalan tunda bayar pembangunan infrastruktur kampus.
  3. Menunjukkan keberpihakan nyata terhadap pengembangan pendidikan tinggi lokal.
  4. Jika tuntutan ini diabaikan, mahasiswa bersama masyarakat akan menggelar aksi perlawanan lebih besar di lapangan.

Pesan terakhir Adrian terdengar sebagai peringatan keras:
"Masa depan Pelalawan ada di tangan generasi muda berpendidikan. Jangan pernah mengkhianati masa depan itu hanya karena kepentingan politik sesaat."

Dengan ultimatum tersebut, suasana politik dan pendidikan di Pelalawan semakin memanas. Pertanyaannya kini: beranikah Bupati Zukri menepati janjinya, atau sejarah akan mencatatnya sebagai pemimpin yang mengingkari generasi muda daerahnya?***

Laporan : Mutia

Terkini