Siak, Catatanriau.com – Upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus dilakukan di wilayah Kabupaten Siak. Pada hari Selasa (29/7), personel Babinsa Koramil 04/Perawang Kodim 0322/Siak bersama tim Unit Reaksi Cepat (URC) melaksanakan kegiatan surveilans hewan ternak di Kampung Kranji Guguh, Kecamatan Koto Gasib.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.15 WIB ini difokuskan pada pemantauan kondisi kesehatan sapi milik warga, guna memastikan tidak ada indikasi penyebaran virus PMK yang dapat mengancam sektor peternakan dan perekonomian masyarakat.
Tim surveilans terdiri dari petugas kesehatan hewan Drh Supri dan Babinsa Serda Deddy H. Mereka melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sapi-sapi warga, meliputi pengecekan fisik dan gejala klinis yang biasa muncul pada hewan terinfeksi PMK, seperti lepuh di mulut dan kuku, demam tinggi, hingga penurunan nafsu makan.
"Hari ini kami melakukan surveilans sebagai bentuk deteksi dini dan langkah preventif terhadap potensi penyebaran PMK di wilayah binaan. Kondisi hewan ternak yang kami periksa dalam keadaan sehat dan tidak ditemukan gejala PMK," ujar Serda Deddy H, Babinsa Koramil 04/Perawang, saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa edukasi kepada peternak mengenai kebersihan kandang, pola pakan, dan isolasi hewan baru sangat penting dalam mencegah wabah serupa.
Sementara itu, Drh Supri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang akan terus dilakukan secara berkala. "Kami mengimbau peternak untuk segera melapor jika menemukan gejala mencurigakan pada hewan ternaknya agar bisa ditangani cepat dan tepat," tuturnya.
Kegiatan yang berakhir pada pukul 08.45 WIB tersebut berlangsung dalam kondisi aman dan lancar. Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya kasus positif PMK di wilayah tersebut.
Langkah sinergis antara TNI dan tenaga medis hewan ini diharapkan mampu menjaga ketahanan peternakan rakyat serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat peternak di Kabupaten Siak.***