Siak, Catatanriau.com – Guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Babinsa Koramil 03/Minas, Koptu Salomo Sembiring, bersama tim gabungan dari TNI, Polri, dan masyarakat terus menggencarkan patroli rutin di wilayah rawan Karhutla. Sabtu, 14 Juni 2025, patroli digelar di RT 03 RW 01 Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.
Kegiatan ini dilakukan di bawah koordinasi Kodim 0322/Siak sebagai bagian dari upaya penguatan sinergi lintas sektor dalam menekan potensi Karhutla di wilayah Siak, khususnya di kawasan rawan yang sering terdampak di musim kemarau.
"Kegiatan hari ini difokuskan pada patroli Karhutla di sekitar wilayah Minas Jaya. Kami menyisir area dengan titik koordinat 0°41'49,372"N 101°28'44,467"E. Bersama rekan dari Polsek Minas dan masyarakat, kami tidak menemukan adanya titik api maupun asap," ujar Koptu Salomo Sembiring kepada media.
Tim gabungan yang diterjunkan dalam patroli terdiri dari dua personel TNI, satu anggota Polri, dan tiga warga setempat yang tergabung dalam tim relawan. Dalam keterangannya, Koptu Salomo menjelaskan bahwa selain melakukan penyisiran, pihaknya juga memberikan imbauan kepada warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan untuk berkebun karena dampaknya bisa sangat merugikan semua pihak. Selain ancaman hukum, ini juga bisa merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan,” tegasnya.
Cuaca cerah yang mendominasi wilayah Minas pada hari itu dinilai cukup berpotensi meningkatkan risiko Karhutla, sehingga kegiatan patroli semakin diintensifkan sebagai langkah preventif.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar yang turut serta dan menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.
“Kami siap mendukung Babinsa dan aparat lainnya dalam mencegah kebakaran hutan. Ini kampung kami, kami juga harus ikut menjaga,” ucap salah seorang warga RT 03 yang ikut serta dalam patroli.
Dengan dilakukannya patroli rutin ini, TNI melalui Koramil 03/Minas berharap potensi Karhutla dapat ditekan seminimal mungkin. Koordinasi lintas sektor juga akan terus diperkuat demi terciptanya wilayah yang aman dan bebas dari bencana asap.***