Rohul, Catatanriau.com - Suasana penuh semangat dan kebersamaan menyelimuti Desa Sontang, Kabupaten Rokan Hulu, pada Sabtu, 19 April 2025. Warga dengan antusias bergotong royong membongkar bangunan lama Surau Suluk sebagai langkah awal pembangunan Surau Suluk KH. Ibrahim. Kegiatan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga simbol kuat dari warisan spiritual yang terus dijaga dan dikembangkan oleh masyarakat.
"Menjalani hidup memang tidak mudah, tapi juga tidak sulit jika kita serahkan semuanya kepada Allah Swt. Kunci utamanya adalah ikhlas," ujar Zulfahrianto SE, yang juga keturunan dari almarhum KH. Ibrahim, pada Selasa (22/4/2025). Ia turut hadir menyaksikan langsung proses pembongkaran surau yang selama ini menjadi tempat suluk dan pembinaan rohani bagi masyarakat.
Surau lama yang dibongkar bukan hanya bangunan biasa, melainkan saksi bisu dari perjalanan spiritual masyarakat Desa Sontang selama bertahun-tahun. Kini, pembangunan Surau Suluk KH. Ibrahim menjadi tonggak baru dalam upaya pelestarian dan pengembangan tradisi tasawuf yang telah diwariskan.
Almarhum KH. Ibrahim dikenal sebagai tokoh agama yang kharismatik, bijak, dan penuh kasih. Beliau merupakan panutan dalam kehidupan spiritual warga, dan ajarannya masih sangat dirasakan hingga kini.
Surau yang baru dibangun nantinya tidak hanya akan berfungsi sebagai tempat ibadah salat berjamaah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan rohani, pengkajian ilmu tasawuf, dan praktik suluk bagi masyarakat dari berbagai kalangan.
"Ini adalah bagian dari sejarah. Masyarakat ingin mengambil peran dalam berdirinya surau ini, agar kelak menjadi amal jariyah dan cahaya keberkahan bagi desa kita," ujar Safrianto, yang terlibat aktif dalam proses pembangunan.
Pembangunan Surau Suluk KH. Ibrahim ini disambut penuh harapan oleh warga. Mereka meyakini bahwa kehadiran surau baru kelak akan memperkuat nilai-nilai keislaman, mempererat silaturahmi, serta menjadi pusat pengembangan spiritual yang mampu menjawab tantangan zaman.
Dengan semangat kebersamaan, ketulusan niat, dan doa yang terus mengalir, masyarakat Desa Sontang melangkah bersama membangun bukan hanya sebuah bangunan, melainkan sebuah warisan spiritual yang akan dikenang lintas generasi.***
Laporan : E.S.Nst